Laman

Kamis, 23 Desember 2010

Sunan Nasa'i jil. 2


Perpustakaan Nasional RI: Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Al Albani, Muhammad Nashiruddin
Shahih Sunan An-Nasa’i [2] / Muhammad Nashiruddin Al Albani ; penerjemah, Fathurahman, Zuhdi; editor, Edi Fr, Lc.  -- Jakarta : Pustaka Azzam, 2006. 2 jil. ; 23,5 cm

Judul asli: Shahih Sunan An-Nasa’i
ISBN 979-26-6123-9 (no. jil. lengkap)
ISBN 979-26-6125-5 (jil. 2)

1. Hadis Nasa’i I.   Judul. II.   Fathurahman. III.   Zuhdi IV.   Edy Fr

 297.224


Cetakan : Pertama, Juli 2006
Cover : A & M Desain
Penerbit : PUSTAKA AZZAM Anggota IKAPI DKI
Alamat : Jl. Kampung Melayu Kecil III/15 Jak-Sel 12840
Telp : (021) 8309105/8311510
Fax : (021) 8299685
Website: http://www.pustakaazzam.com E-Mail: pustaka.azzam@gmail.com

Dilarang memperbanyak isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit
All Rights Reserved
Hak terjemahan dilindungi undang-undang.




DAFTAR ISI
KITAB AL JANAIZ
21. KITAB JENAZAH 1
1. Bab: Menginginkan Mati 1
2. Doa Untuk Mati 2
3. Memperbanyak Mengingat Mati 3
4. Bab: Men-talkin (Menuntun Bacaan) Mayit 4
5. Bab: Tanda Wafat Seorang Mukmin 5
6. Beratnya Kematian 5
7. Meninggal Dunia Hari Senin 6
8. Meninggal Dunia Tidak di Tempat Kelahirannya 6
9. Bab: Sesuatu yang Diberikan kepada Seorang Mukmin Saat Ruhnya Keluar 7
10. Orang yang Senang Berjumpa dengan Allah 8
11. Mencium Mayit    11
12. Menutup Mayit    12
13. Menangisi Mayit 13
14. Larangan Menangisi Mayit 15
15. Meratapi Mayit    18
17. Seruan Jahiliyah 22
18. Meratap (Saat Tertimpa Musibah) 22
19. Menampar Pipi (Saat Tertimpa Musibah) 23
20. Mencukur (Rambut Kepala dan Jenggot saat Tertimpa Musibah) 23
21. Merobek Saku (Saat Tertimpa Musibah) 24
22. Perintah Untuk Berharap Pahala dan Bersabar Ketika Mendapat Musibah    25
23. Pahala Orang yang Bersabar dan Berharap Pahala 27
24. Bab: Pahala Orang yang Berharap Pahala dari Tiga Anak   Kandungnya (yang Meninggal Dunia) 28
25. Orang yang Ditinggal Mati Tiga Anaknya 28
26. Orang yang Telah Mempersembahkan Tiga (Anaknya) 30
27. Bab: Mengumumkan Kematian 30
28. Memandikan Mayit dengan Air dan Daun Bidara 31
30. Mengurai Rambut Kepala Si Mayit 31
31. Bagian-Bagian Kanan Tubuh dan Bagian-Bagian Wudhu si Mayit 32
32. Memandikan Mayit dengan Bilangan Ganjil 32
33. Memandikan Mayit Lebih dari Lima Kali 33
34. Memandikan Mayit Lebih dari Tujuh Kali 33
35. Memberi Kapur Barus Ketika Memandikan Mayit 35
36. Membungkus Mayit   36
37. Perintah Membaguskan Kain Kafan 37
38. Kain Kafan Manakah yang Baik? 38
39. Kain Kafan Nabi SAW 38
40. Gamis (Baju) Sebagai Kafan 39
41. Bagaimana Seorang yang Berihram Dikafani Jika Ia Meninggal  Dunia? 42
42. Misk    42
43. Pemberitahuan Tentang Jenazah 43
44. Bergegas Membawa Jenazah 44
45. Bab: Perintah Berdiri Ketika Ada Jenazah    47
46. Berdiri Ketika Ada Jenazah Orang-Orang Musyrik 49
47. Keringanan Untuk Tidak Berdiri 50
48. Meninggal Dunia adalah Istirahat Seorang Mukmin 52
49. Beristirahat Dari Orang-Orang Kafir 53
50. Bab: Pujian 54
51. Larangan Menyebut Orang-Orang yang Meninggal Dunia Kecuali Dengan Kebaikan 56
52. Larangan Mencaci Orang-Orang yang Telah Meninggal Dunia 56
53. Perintah Untuk Mengiringi Jenazah 57
54. Keutamaan Orang yang Mengiringi Jenazah 58
55. Posisi Orang-Orang yang Mengiring Jenazah dengan Berkendaraan 59
56. Posisi Orang yang Mengiring Jenazah dengan Berjalan Kaki 59
57. Perintah Menshalatkan Mayit 60
58. Menshalatkan Jenazah Bayi 61
59. Menshalatkan Anak Kecil 61
60. Aanak-Anak Kaum Musyrikin 62
61. Menshalatkan Orang Yang Mati Syahid 63
62. Jenazah yang Tidak di Shalatkan 65
63. Bab: Tidak Menshalati Orang yang Meninggal Dunia Karena Dirajam 66
64.   Menshalati Orang yang Meninggal Dunia Karena Dirajam 66
65.   Menshalati Orang yang Berbuat Tidak Adil Dalam Wasiatnya 67
67.   Menshalati Orang yang Memiliki Utang 68
68.   Tidak Menshalati Orang yang Meninggal Dunia karena Bunuh Diri 70
69. Menshalati Jenazah Orang-Orang Munafik 71
70.   Menshalati Jenazah Di Masjid 73
71.   Menshalati Jenazah Di Malam Hari 73
72.   Berbaris Untuk Menshalati Jenazah 74
73.   Menshalati Jenazah Dengan Berdiri 76
74.   Berkumpulnya Jenazah Bayi Dan Seorang Wanita 77
75.   Berkumpulnya Jenazah Laki-Laki dan Wanita 77
76.   Bilangan Takbir Shalat Jenazah 78
77.   Berdoa 79
78.   Keutamaan Jenazah yang Dishalati Oleh Seratus Orang 83
79.   Bab: Pahala Orang yang Menshalati Jenazah 85
80.   Duduk Sebelum Jenazah Diletakkan 86
81.   Berdiri Ketika Ada Jenazah 87
82.   Menguburkan Orang yang Mati Syahid dengan Darah yang
Ada Pada Tubunya 88
83.   Di Mana Orang yang Mati Syahid Dikuburkan? 88
84.   Bab: Menguburkan Jenazah Musyrik 89
85.   Lahd dan Syaq 89
86.   Bab: Disunnahkan Memperdalam Kuburan 90
87.   Bab: Memperluas Kuburan yang Disunnahkan 91
88.   Meletakkan Kain Di Lahd 91
89.   Beberapa Waktu yang Dilarang Untuk Menguburkan Jenazah 92
90.   Mengubur Banyak Jenazah dalam Satu Kuburan 93
91.   Siapakah yang Didahulukan? 94
92.   Mengeluarkan Lagi Mayit Dari Lahd 94
93.   Bab: Mengeluarkan Mayit dari Kuburannya Setelah Dikuburkan 95
94.   Shalat di atas Kuburan 96
95.   Naik Kendaraan Setelah Mengurus Jenazah 97
96.   Menambah Gundukan di atas Kuburan 98
97. Membangun Bangunan di atas Kuburan 98
98. Menembok Kuburan 99
99. Meratakan Kuburan Jika Ditinggikan 99
100. Ziarah Kubur 100
101. Berziarah ke Kuburan Orang Musyrik 101
102. Larangan Memintakan Ampunan Bagi Kaum Musyrikin 102
103. Perintah untuk Memintakan Ampunan Bagi Kaum Mukminin 103
105. Larangan Keras Duduk di atas Kuburan 107
106. Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid 108
107. Dimakruhkan Berjalan di antara Kuburan Dengan Memakai Sandal Kulit 108
108. Diperbolehkan Memakai Selain Sandal Kulit 109
109. Pertanyaan dalam Kubur 110
110. Pertanyaan Orang Kafir 110
111. Orang yang Meninggal Dunia karena Penyakit Perut 112
112. Mati Syahid 112
113. Himpitan dan Tekanan Kubur 113
114. Siksa Kubur 113
115. Berlindung Dari Siksa Kubur 115
116. Meletakkan Pelepah (Kurma) di atas Kuburan 119
117. Ruh-Ruh Kaum Mukminin dan Selain Mereka 122
118. Kondisi Saat Dibangkitkan 127
119. Orang yang Pertama Kali Diberi Pakaian 129
120. Ta’ziah (Melawat Keluarga Mayit) 130
121. Hal Lain 131
KITABUSH-SHIYAM
22. KITAB PUASA 133
1. Bab: Kewajiban Puasa 133
2. Bab: Keutamaan dan Sikap Dermawan dalam Bulan Ramadhan 140
3. Bab: Keutamaan Bulan Ramadhan 141
4. Bab: Pejelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan  Riwayat Az-Zuhri dalam Hadits Ini 141
5. Pejelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat  Az-Zuhri Dalam Hadits Ini 143
6. Keringanan Pada Bulan Ramadhan 146
7. Perbedaan Dalam Ru’yah (Melihat Hilal) yang Terjadi Pada  Penduduk Wilayah yang Berbeda 146
8. Bab: Diterimanya Persaksian Seorang Laki-Laki Atas Adanya Hilal Bulan Ramadhan Dan Pejelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Sufyan Dalam Hadits Simak 147
9. Menggenapkan Bulan Sya’ban Menjadi Tiga Puluh Jika Ada Mendung dan Penjelasan Tentang Perbedaan di antara Orang-Orang yang Menukil Hadits Tersebut dari Abu Hurairah 148
10. Bab: Pejelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi)
Berdasarkan Riwayat Az-Zuhri dalam Hadits Ini 148
11. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Ubaidillah bin Umar Dalam Hadits Ini 150
12. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Amru bin Dinar Dalam Hadits Ibnu Abbas Mengenai Hal Ini 150
13. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Manshur Dalam Hadits Rib’i Mengenai Hal Ini 151
14. Berapakah Bilangan Hari Dalam Satu Bulan? Dan Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Az-Zuhri Dalam Hadits Ini Dari Aisyah 153
15. Penjelasan Hadits Ibnu Abbas dalam Hal Ini 155
16. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Ismail Mengenai Hadits Sa’d bin Malik dalam Hal Ini 156
17. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Yahya bin Abu Katsir Mengenai Hadits Abu Salamah dalam Hal Ini 157
18. Anjuran Untuk Makan Sahur 159
19. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan riwayat Abdul Malik bin Abi Sulaiman Dalam Hadits Ini 159
20. Mengakhirkan Sahur dan Pejelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Zirr Dalam Hal Ini 161
21. Jarak Antara Sahur Dan Shalat Subuh 162
22. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Hisyam Dan  Said Berdasarkan Riwayat Qatadah Dalam Hal Ini 162
23. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Sulaiman bin Mahran Dalam Hadits Aisyah Mengenai Mengakhirkan Sahur Dan Perbedaan LafazhMereka. 163
24. Keutamaan Makan Sahur 165
25. Ajakan Untuk Makan Sahur 166
26. Makna Makan Sahur 166
27. Perbedaan Antara Puasa Kita Dan Puasa Ahli Kitab 167
28. Sahur Dengan Makanan yang Terbuat Dari Tepung Dan Kurma 167
29. Penafsiran Firman Allah Ta’ala, “Dan makan serta minumlah
hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (Qs. Al Baqarah [2]: 187) 168
30. Ciri-ciri Waktu Fajar? 169
31. Berpuasa Sebelum Bulan Ramadhan 170
32. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Yahya bin Abu Katsir dan Muhammad bin Amr atas Riwayat Abu Salamah dalam Hadits Tersebut 171
33. Penjelasan Tentang Hadits Abu Salamah dalam Hal Tersebut 171
34. Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Muhammad bin Ibrahim di dalam Hadits Ini 172
35. Penjelasan Tentang Perbedaan Lafazh Para Perawi Hadits Aisyah Dalam Hal Ini 173
36. Penjelasan Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Khalid bin Ma’dan Dalam Hadits Ini 176
37. Puasa di Hari yang Diragukan 177
38. Berpuasa Pada Hari yang Diragukan 178
39. Pahala Orang yang Melakukan Qiyamullail (Shalat Malam) di Bulan Ramadhan dan Berpuasa dengan Penuh Keimanan dan Mengharap Pahala, Serta Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Az-Zuhri dalam Hadits yang Menjelaskan Tentang Hal Itu 179
40. Penjelasan Tentang Perbedaan (Riwayat) Yahya bin Katsir dan An-Nadhr bin Syaiban Dalam Hadits Ini 184
41. Keutamaan Puasa Dan Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan (Riwayat) Abu Ishaq Dalam Hadits Ali bin Abi Thalib DalamHal Itu 185
42. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Abu Shalih Dalam Hadits Ini 186
43. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Muhammad bin Abi Ya’qub dalam Hadits Abu Umamah Mengenai Keutamaan Orang yang Berpuasa 190
44. Bab: Pahala Orang yang Berpuasa Sehari di Jalan Allah —Azza  wa Jalla— dan Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Suhail bin Abu Shalih dalam Hadits Mengenai Hal Itu 198
45. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Sufyan Ats-Tsauri Dalam Hadits Ini 201
46. Bab: Makruhnya Berpuasa dalam Perjalanan 202
47. Penyebab Hadits Tersebut Diucapkan dan Penjelasan Tentang Perbedaan Pendapat (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Muhammad bin Abdurrahman Dalam Hadits Jabir bin Abdullah Mengenai Hal Itu 203
48. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Ali bin Al Mubarak 204
49. Penjelasan Tentang Nama Orang Tersebut 205
50. Penjelasan Tentang Dibebaskannya Puasa Dari Orang  yang Bepergian dan Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Al Auza’i dalam Hadits Amru bin Syu’aib Mengenai  Hal Ini 207
51. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Mu’awiyah bin Salam dan Ali Al Mubarak Dalam Hadits Ini 209
52. Keutamaan Berbuka Dalam Perjalanan Daripada Berpuasa 213
54. Berpuasa dalam Perjalanan dan Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Mengenai Hadits Ibnu Abbas dalam Hal Ini 214
55. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Manshur 215
56. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Sulaiman bin Yasar Mengenai Hadits Hamzah bin Amru Dalam Hal Ini 216
57. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Urwah Dalam Hadits Hamzah Mengenai Hal Ini 219
58. Penjelasan Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Hisyam bin Urwah Dalam Hal Ini 219
59. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Abu Nadhrah Al Mundzir bin Malik bin Qutha’ah 221
60. Keringanan Bagi Orang yang Bepergian Untuk Berpuasa Sebagian Dan Berbuka Sebagian 223
61. Keringanan Berbuka Bagi Orang yang Mendapati Bulan Ramadhan, Ia Berpuasa Kemudian Bepergian 223
62. Wanita Hamil Dan Menyusui Dibebaskan Dari Puasa   224
63. Tafsir Firman Allah —Ta’ala—, “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (Qs. Al Baqarah [2]: 184) 224
64. Dibebaskannya Puasa Dari Wanita Haidh 225
65. Jika Wanita Haidh Telah Suci Atau Orang yang Bepergian Telah Datang, Apakah Ia Harus Berpuasa Di Waktu yang Masih Tersisa dari Hari Itu? 226
66. Jika Diniatkan Sejak Malam Harinya, Apakah ia Boleh Berpuasa Sunnah Pada Hari Itu? 227
67. Niat Puasa dan Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Thalhah bin Yahya bin Thalhah Mengenai Hadits Aisyah 227
68. Penjelasan Tentang Perbedaan Para Perawi Hadits Hafshah Dalam Hal Itu 232
69. Puasa Nabi Daud —Alaihis-Salam— 235
70. Puasa Nabi SAW —Demi Bapak dan Ibuku Sebagai Tebusannya— Dan Penjelasan Tentang Perbedaan Para Perawi Hadits Ini 235
71. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Atha‘ Dalam Hadits Tentang Hal Itu 244
72. Larangan Puasa Dahr (terus-menerus sepanjang masa) danPenjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi)
Berdasarkan Riwayat Mutharrif bin Abdullah 245
73. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Ghailan bin Jarir Dalam Hal Ini 246
74. Terus-Menerus Berpuasa 247
75. Puasa Dua Pertiga Masa Dan Penjelasan Tentang Perbedaan Para Perawi Terhadap Hadits Dalam Hal Itu 247
76. Puasa Sehari dan Berbuka Sehari Serta Penjelasan Tentang Perbedaan Lafazh Para Perawi dalam Hal Tersebut dengan
Hadits Abdullah bin Amru Mengenai Hal Itu 249
77. Penjelasan Tentang Penambahan dan Pengurangan Dalam Puasa Serta Penjelasan Tentang Perbedaan Para Perawi Hadits Terhadap Hadits Abdullah bin Amru Dalam Hal ini 254
78. Puasa Sepuluh Hari Dalam Sebulan dan Perbedaan Lafazh Para Perawi untuk Hadits Abdullah bin Amr Tentang Hal itu 256
79. Puasa Lima Hari Dalam Sebulan 260
80. Puasa Empat Hari Dalam Sebulan 261
81. Puasa Tiga Hari Dalam Sebulan    261
82. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Utsman Dalam Hadits Abu Hurairah Mengenai
Puasa Tiga Hari Dalam Sebulan      262
83. Bagaimana Cara Berpuasa Tiga Hari Dalam Sebulan? Dan, Penjelasan Tentang Perbedaan Para Perawi Terhadap Hadits Tentang Hal ini 264
84. Penjelasan Tentang Perbedaan (Para Perawi) Berdasarkan Riwayat Musa bin Thalhah Dalam Hadits ini Mengenai Puasa Tiga Hari Dalam Sebulan  265
85. Puasa Dua Hari Dalam Sebulan   267
KITAB AZ-ZAKAT
23. KITAB ZAKAT 269
 1. Bab: Kewajiban Zakat 269
 2. Bab: Larangan Keras Menahan Zakat 272
 3. Bab: Orang yang Tidak Mau Menunaikan Zakat 275
 4. Bab: Hukuman Orang yang Enggan Menunaikan Zakat 276
 5. Bab: Zakat Unta 277
 6. Orang yang Tidak Mau Menunaikan Zakat Unta 282
 7. Bab: Gugurnya Kewajiban Zakat Unta Jika Unta Tersebut  Untuk Diperah Susunya dan Untuk Membawa Muatannya 283
 8. Bab: Zakat Sapi 284
 9. Bab: Orang yang Tidak Mau Menunaikan Zakat Sapi 286
10. Bab: Zakat Kambing  287
11. Bab: Orang yang Enggan Menunaikan Zakat Kambing 291
12. Bab: Mengumpulkan Antara Hewan-Hewan Ternak yang Terpisah dan Memisahkan Antara Hewan-Hewan Ternak yang Terkumpul 292
13. Bab: Doa Imam kepada Orang yang Menunaikan Zakat 293
14. Jika Zakat Melebihi Batas 293
15. Bab: Seorang Pemilik Harta Memberikan Hartanya Tanpa Ada Pilihan dari Petugas Pengambil Zakat 294
16. Bab: Zakat Kuda 295
17. Bab: Zakat Budak 296
18. Bab: Zakat perak 297
19. Bab: Zakat Perhiasan 299
20. Bab: Orang yang Tidak Mau Menunaikan Zakat Hartanya 300
21. Zakat Kurma 301
22. Bab: Zakat Gandum 302
23. Bab: Zakat Biji-Bijian 302
24. Bab: Ukuran yang Wajib Untuk Mengeluarkan Zakat 302
25. Bab: Sesuatu yang Mewajibkan Sepersepuluh dan Sesuatu yang Mewajibkan Setengah Sepersepuluh (Seperlima) 303
27. Firman Allah Azza wa Jalla, Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya.” 304
28. Bab: Barang Tambang 305
29. Bab: Zakat Madu 307
30. Bab: Kewajiban Zakat Ramadhan 308
31. Bab: Kewajiban Zakat Ramadhan Atas Budak 308
32. Kewajiban Zakat Pada Bulan Ramadhan Atas Anak Kecil 309
33 Kewajiban Zakat Ramadhan Atas Kaum Muslimin Bukan Orang-Orang Non Muslim yang Membuat Perjanjian 309
34. Berapa Kewajibannya? 310
35. Bab: Kewajiban Zakat Fitrah Sebelum Turun Ayat Tentang Kewajiban Zakat 310
36. Takaran Zakat Fitrah 311
37. Bab: Kurma Pada Zakat Fitrah 311
38. Az-Zabib (Anggur Kering) 312
39. Daqiq (Tepung) 313
41. As-Sult (Sejenis gandum yang berwarna putih tak berkulit) 313
42. Asy-Sya’ir (Gandum) 314
43. Al Aqith (Susu kering) 314
44. Berapa Satu Sha’ itu? 314
45. Bab: Waktu yang Disunahkan Untuk Menunaikan Zakat Fitrah 315
46. Mengeluarkan Zakat dari Suatu Negeri ke Negeri yang Lain 315
47. Bab: Jika Sedekah Diberikan kepada Orang Kaya 316
48. Bab: Sedekah Karena Kedengkian 318
49. Sedekah Orang yang Hanya Memiliki Sesuatu dengan Kadar Sedikit 319
50. Tangan di Atas 322
51. Bab: yang Disebut Tangan di Atas? 322
52. Tangan di Bawah 323
53. Sedekah yang Diambil dari Sisa Kebutuhan Sendiri 323
54. Penafsiran Hal itu 324
55. Bab: Jika Bersedekah dan Dia Membutuhkannya, Apakah  Dikembalikan kepadanya? 324
56. Sedekah Seorang Budak 325
57. Sedekah Seorang Istri dari Rumah Suaminya 327
58. Pemberian Istri Tanpa Izin Suaminya 327
59. Keutamaan Sedekah 328
60. Sedekah yang Paling Utama 328
61. Sedekah Orang yang Bakhil 331
62. Menghitung-Hitung Sedekah 332
63. Sedikit Dalam Sedekah 334
64. Bab: Anjuran Untuk Bersedekah 334
65. Syafaat dalam Sedekah 337
66. Kesombongan Dalam Sedekah 337
67. Bab: Pahala Seorang Penjaga Jika Bersedekah dengan Izin Majikannya 338
68. Bab: Orang yang Sembunyi-Sembunyi Dalam Bersedekah 339
69. Orang yang Menyebut-nyebut Pemberiannya 339
70. Memenuhi Permintaan Orang yang Meminta 341
71. Orang yang Diminta dan Tidak Memberi 341
72. Orang yang Meminta Atas Nama Allah —Azza wa Jalla— 342
73. Orang yang Meminta Atas Nama Wajah Allah —Azza waJalla— 342
74. Orang yang Diminta Atas Nama Allah —Azza wa Jalla—  dan Tidak Memberinya 343
76. Penafsiran Tentang Orang yang Miskin 344
77. Orang Fakir yang Sombong 346
78. Keutamaan Orang yang Memberi Nafkah kepada Janda 346
79. Muallaf 347
80. Sedekah kepada Orang yang Menanggung Utang Orang Lain 348
81. Sedekah kepada Anak Yatim 350
82. Bersedekah kepada Kerabat 351
83. Meminta-Minta 353
85. Menjauhkan Diri dari Meminta-Minta 354
86. Keutamaan Orang yang Tidak Meminta-Minta Sedikitpun kepada Manusia 355
87. Ukuran Kekayaan 356
88. Bab: Mendesak Dalam Meminta-Minta 357
89. Siapakah Orang yang Mendesak? 357
90. Jika Ia Tidak Memiliki Beberapa Dirham dan Ia Memiliki yang Senilai dengannya 358
91. Permintaan Orang yang Kuat serta Mampu Berusaha 360
92. Permintaan Seseorang kepada Orang yang Memiliki Kekuasaan 360
93. Permintaan Seseorang Akan Sesuatu yang Menjadi Keharusan Baginya 361
94. Orang yang Allah —Azza wa Jalla— Berikan kepadanya Harta  Tanpa Meminta-Minta 363
95. Bab: Mempekerjakan Keluarga Nabi SAW Untuk Mengurusi Sedekah 368
96. Bab: Anak Saudara Perempuan Suatu Kaum Termasuk Bagian dari Mereka 369
97. Bab: Bekas Budak Suatu Kaum Termasuk Bagian dari Mereka 370
98. Sedekah Tidak Halal Bagi Nabi SAW 370
99. Jika Sedekah Telah Berubah 370
100. Membeli Sedekah 371
KITAB MANASIK AL HAJJ
24. KITAB MANASIK HAJI 374
1. Bab: Kewajiban Haji     374
2. Kewajiban Umrah 375
3. Keutamaan Haji Mabrur 375
4. Keutamaan Haji 376
5. Keutamaan Umrah 378
6. Keutamaan Mengikutsertakan Antara Haji dan Umrah 378
7. Haji Untuk Orang yang Meninggal Dunia yang Bernadzar Menunaikan Haji 379
8. Haji Untuk Orang yang Meninggal Dunia yang Belum Pernah Menunaikan Haji 380
9. Haji Untuk Orang yang Masih Hidup yang Tidak Bisa Duduk di Atas Kendaraan 380
10. Umrah Untuk Seseorang yang Tidak Mampu 381
12. Haji Seorang Wanita Untuk Seorang Laki-Laki 382
15. Haji Bersama Anak Kecil 383
16. Waktu Nabi SAW Keluar dari Madinah Untuk Menunaikan Haji 385
17. Miqat Penduduk Madinah 386
18. Miqat Penduduk Syam 386
19. Miqat Penduduk Mesir 387
20. Miqat Penduduk Yaman 387
21. Miqat Penduduk Najd 388
22. Miqat Penduduk Irak 388
23. Barangsiapa yang Keluarganya Berada Dalam Miqat   389
24. Bermalam di Al Mu’arras di Dzul Khulaifah 390
26. Mandi Untuk Berniat dan Bertalbiyah 391
27. Mandinya Orang yang Berihram 392
28. Larangan Memakai Pakaian yang Dicelup dengan Wars (Tumbuhan Berwarna Kuning yang Beraroma Wangi) dan Zafran Ketika Ihram 393
29. Jubah Ketika Ihram 394
30. Larangan Memakai Baju Bagi Orang yang Berihram 395
31. Larangan Memakai Celana Ketika Ihram 396
32. Keringanan dalam Memakai Celana Bagi Orang yang Tidak Mendapatkan Kain 396
33. Larangan Wanita yang Berihram Memakai Kain Penutup Muka 397
34. Larangan Memakai Penutup Kepala Ketika Ihram 398
35. Larangan Memakai Serban Ketika Ihram 399
36. Larangan Memakai Sepatu Ketika Ihram 400
37. Keringanan Memakai Sepatu Ketika Ihram Bagi Orang yang Tidak Mendapatkan Dua Sandal 400
38. Memotong Sepatu Hingga Terlihat Kedua Mata Kaki 401
39. Larangan Memakai Dua Kaos Tangan Bagi Wanita yang Berihram 401
40. Mengempalkan Rambut Kepala Ketika Ihram 402
41. Diperbolehkannya Memakai Minyak Wangi Ketika Ihram 402
42. Tempat yang Diberi Minyak Wangi 406
43. Minyak Za’faran bagi Orang yang Berihram 409
44. Tentang Minyak Wangi Campuran Bagi Orang yang Berihram 410
45. Celak Bagi Orang yang Berihram 411
46. Dimakruhkan Memakai Pakaian yang Dicelup Bagi Orang yang Berihram 412
47. Orang yang Berihram Menutup Wajah dan Kepalanya 413
48. Haji Ifrad 414
49. Qiran 414
50. Tamattu’ 421
51. Tidak Membaca Basmalah Ketika Berniat dan Bertalbiyah 426
52. Melaksanakan Haji Tanpa Niat 428
53. Jika Telah Berniat dan Bertalbiyah Untuk Umrah, Apakah Boleh Menyertainya dengan Haji 431
54. Bagaimana Bertalbiyah? 432
55. Mengangkat Suara Saat Mengucapkan Niat dan Talbiyah 435
56. Aktivitas Saat Niat dan Talbiyah 435
57. Niat dan Talbiyah Wanita-Wanita yang Mengalami Nifas 437
58. Tentang Orang yang Berniat dan Bertalbiyah Untuk Umrah Lalu Ia Mengalami Haid dan Khawatir Tidak Bisa
Melaksanakan Haji 438
59. Membuat Syarat Dalam Haji 441
60. Bagaimana Ia Mengucapkan Apabila Membuat Syarat 441
61. Apa yang Dilakukan Seseorang yang Terhalang dari Melaksanakan Haji Sedang Ia Belum Membuat Syarat 443
62. Melukai untuk Mengalirkan Darah Hewan Kurban sebagai Tanda 444
63. Dibagian Manakah Beliau Melukai Hewannya untuk Mengalirkan Darah Sebagai Tanda? 444
64. Bab: Menghilangkan Darah dari Unta 445
65. Tali (Untuk Kalung) 445
66. Sesuatu yang Digunakan untuk Menganyam Tali 447
67. Mengalungi Hewan Kurban 447
68. Mengikat Unta 448
69. Mengikat Domba 449
70. Mengalungi Hewan Kurban dengan Dua Sandal 450
71. Apakah Harus Melakukan Ihram Apabila Telah Mengikat  Hewan Kurban? 451
72. Apakah Mengikat Hewan Kurban Mewajibkan Ihram? 451
73. Menggiring Hewan Kurban 453
74. Mengendarai Unta 453
75. Mengendarai Unta Bagi Orang yang Kesusahan untuk Berjalan 454
76. Mengendarai Unta Secara Baik 454
77. Diperbolehkan Membatalkan Haji Diganti dengan Umrah Bagi Orang yang Tidak Menyembelih Hewan Kurban 455
78. Hewan Buruan yang Diperbolehkan Bagi Orang yang Sedang Berihram 461
79. Hewan Buruan yang Tidak Boleh Dimakan Oleh Orang yang Sedang Malakukan Ihram 463
80. Apabila Seseorang yang Sedang Berihram Tertawa,  Lalu Orang yang Tidak Berihram Melihat Hewan
Buruan Kemudian Membunuhnya; Apakah Orang yang Berihram Tersebut Boleh Memakannya Atau Tidak? 466
81. Apabila Orang yang Melakukan Ihram Menunjukkan Hewan Buruan kemudian Orang yang Tidak Berihram Membunuhnya 468
Binatang yang Boleh Dibunuh Oleh Orang yang Sedang  Melakukan Ihram 468
82. Membunuh Anjing Buas 468
83. Membunuh Ular 469
84. Membunuh Tikus 469
85. Membunuh Tokek 470
86. Membunuh kalajengking 470
88. Membunuh burung gagak 471
89. Sesuatu yang Tidak Boleh Dibunuh Oleh Orang yang Sedang Melakukan Ihram 472
91. Larangan Menikah Bagi Orang yang Sedang Melakukan Ihram 472
92. Berbekam Bagi Orang yang Sedang Berihram 473
93. Bekam Orang yang Sedang Ihram Karena Penyakit yang Diderita 474
94. Bekam Pada Kaki Orang yang Sedang Ihram Pada Kakinya 475
95. Orang yang Berbekam Di Kepalanya 475
96. Tentang Orang yang Sedang Ihram Terserang Kutu Di Kepalanya 475
97. Orang yang Sedang Ihram, Apabila Meninggal Dimandikan dengan Daun Bidara 476
98. Berapa Helai Kain Kafan Bagi Orang yang Meninggal Dunia Saat Berihram 477
99. Larangan Memberi Ramuan Hanuth Bagi Orang yang Meninggal Dunia Saat Berihram 478
100. Larangan Menutup Wajah dan Kepala Orang yang Meninggal   Dunia Daat Ihram 479
101. Larangan Menutup Kepala Orang yang Ihram Meninggal Dunia 479
102. Tentang Orang yang Dikepung Oleh Musuh 480
103. Masuk Kota Makkah 482
104. Masuk Kota Makkah Pada Malam Hari 482
105. Arah Memasuki Kota Makkah? 483
106. Masuk Kota Makkah dengan Membawa Bendera 483
107. Masuk Kota Makkah Tanpa Berihram 484
108. Waktu Di mana Nabi SAW Memasuki Kota Makkah 485
109. Bersenandung di Tanah Haram dan Berjalan di Hadapan Imam 486
110. Haramnya Kota Makkah —Dari Peperangan Atau Hal Negatif Lainnya Karena Kemuliyaannya— 486
111. Larangan Berperang di Makkah 487
112. Keharaman (Kemuliaan) Tanah Haram (Makkah) 489
113. Hewan-Hewan yang Boleh Dibunuh di Tanah Haram 490
114. Membunuh Ular di Tanah Haram 490
115. Membunuh Tokek 492
116. Bab: Membunuh Kalajengking 492
117. Membunuh Tikus di Tanah Haram 493
118. Membunuh Hida’ah (Burung Rajawali) di Tanah  Haram 493
120. Larangan Mengusir Binatang Buruan Tanah Haram 494
121. Menyambut Haji 495
124. Keutamaan Shalat di Masjidil Haram 496
125. Membangun Ka’bah 497
126. Memasuki Baitullah 500
127. Tempat Shalat Di Ka’bah 501
128. Al Hijr 502
129. Shalat di Al Hijr 503
130. Bertakbir di Sekeliling Ka’bah. 504
131. Dzikir dan Do’a di Ka’bah 504
132. Menyandarkan Dada dan Wajah ke Dinding Belakang Ka’bah 505
133. Tempat Shalat di Ka’bah 506
134. Keutamaan Thawaf di Ka’bah 506
135. Berbicara Ketika Thawaf 507
136. Berbicara Saat Thawaf 508
137. Diperbolehkan Thawaf Setiap Waktu 508
138. Thawaf Orang Sakit? 509
139. Hukum Laki-Laki yang Thawaf Bersama Wanita 509
140. Thawaf Mengelilingi Ka’bah dengan Berkendaraan 510
141. Thawaf Orang yang Melaksanakan Ifrad 510
142. Thawaf Orang yang Ihram Untuk Umrah 511
144. Thawaf Orang yang Melaksanakan Haji Qiran 511
145. Hajar Aswad 513
146. Menyentuh Hajar Aswad 513
147. Mencium Al Hajar 513
149. Bagaimana Thawaf Ketika Datang Pertama Kali? Dan dari Sisi Mana Menyentuh Hajar Aswad? 514
150. Jumlah Putaran Sa’i? 514
151. Berapa Kali Berjalan? 515
152. Berjalan Cepat Tiga Putaran dari Tujuh Putaran Thawaf 515
153. Berlari Kecil dalam Thawaf Haji dan Umrah 516
154. Berjalan Cepat Mulai dari Hajar Aswad Hingga Kembali  ke Tempat Asal 516
155. Mengapa Rasulullah SAW Mengelilingi Ka’bah? 516
156. Menyentuh Dua Rukun (Sisi Ka’bah) di Setiap Putaran 518
157. Mengusap Dua Rukun Yamani 518
158. Tidak Menyentuh Dua Rukun Lainnya 518
159. Menyentuh Rukun Yamani dengan Tongkat 520
160. Memberi Isyarat ke arah Rukun Yamani 520
161. Firman Allah SWT, “Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid” 520
162. Di Mana Shalat Dua Raka’at Thawaf? 522
163. Bacaan Setelah Dua Raka’at Thawaf     522
164. Bacaan dalam Dua Raka’at Thawaf 524
165. Minum Air Zamzam 525
166. Minum Air Zamzam dalam Keadaan Berdiri 525
167. Tentang Keluarnya Nabi SAW ke Shafa 526
168. Tentang Shafa dan Marwa 526
169. Tempat Berdiri di Bukit Shafa 528
170. Bertakbir di Atas Bukit Shafa 529
171. Bertahlil di Atas Bukit Shafa 529
172. Berdzikir dan Berdoa di Atas Buit Shafa 530
173. Sa’i Antara Shafa Dan Marwa Di atas Kendaraan 531
174. Berjalan di Antara Keduanya 532
176. Sa’i Antara Shafa dan Marwa 532
177. Sa’i di Lembah Al Masil 533
178. Tempat Berjalan 533
179. Tempat Berlari-Lari Kecil 533
180. Tempat Berdiri di atas Bukit Marwa 534
181. Bertakbir di Atasnya 535
182. Berapa Kali Sa’i Orang yang Berhaji Qiran dan Tamaththu’ Antara Bukit Shafa dan Marwa 535
183. Dimana Orang yang Berumrah Mencukur Rambutnya? 536
185. Apa yang Dikerjakan Oleh Orang yang Berniat Haji dan Memotong Hewan Kuban? 536
186. Apa yang Dikerjakan Oleh Orang yang Berniat Umrah dan Memotong Hewan Kurban? 537
188. Orang yang Melakukan Haji Tamaththu’, Berapa Kali Ia Berniat dan Bertalbiyah Untuk Haji? 538
189. Tentang Mina’ 539
190. Di mana Seorang Imam Mendirikan Shalat Zhuhur pada Hari Tarwiyah? 540
191. Berangkat dari Mina’ Menuju Arafah 540
192. Bertakbir ketika Berjalan Menuju Arafah 541
193. Bertalbiyah 541
194. Tentang Hari Arafah 542
195. Larangan Berpuasa pada Hari Arafah 543
196. Bergegas Pergi Diakhir Waktu Sore pada Hari Arafah 543
197. Talbiyah di Arafah 544
198. Khutbah di Arafah Sebelum Shalat 545
199. Khutbah di Atas Unta pada Hari Arafah 545
200. Meringkas Khutbah di Arafah 545
201. Menjama’ Antara Zhuhur dan ‘Ashr di Arafah 546
202. Mengangkat Kedua Tangan ketika Berdo’a di Arafah 546
203. Kewajiban Wukuf di Arafah 548
204. Perintah Untuk Tenang Saat Meninggalkan Arafah 550
205. Tata-Cara Berjalan Dari Arafah? 551
206. Menetap Setelah Meninggalkan Arafah 552
207. Menjama’ Dua Shalat Di Muzdalifah 553
208. Mendahulukan Wanita dan Anak-Anak Tinggal di Muzdalifah 555
209. Rukhshah Bagi Wanita Untuk Meninggalkan Jama’ Sebelum Subuh 556
210. Waktu Shalat Subuh di Muzdalifah 556
211. Tentang Orang yang Tidak Shalat Subuh Bersama Imam  di Muzdalifah 557
212. Bab: Talbiyah di Muzdalifah 560
213. Bab: Waktu Meninggalkan Jama’ 561
214. Bab: Rukhshah Bagi Orang-Orang yang Lemah Melaksanakan Shalat Subuh di Mina pada Hari Raya 561
215. Bab: Berjalan Cepat di Lembah Muhassir 563
216. Bab: Talbiyah ketika Berjalan 564
217. Bab: Mengambil Batu Kerikil 565
218. Bab: Dari Mana Mengambil Batu Kerikil? 565
219. Bab: Ukuran Batu Kerikil Untuk Jumrah 566
220. Bab: Melontar Jumrah Dan Berteduhnya Orang yang Sedang  Ihram 567
221. Bab: Waktu Jumrah Aqabah pada Hari Nahr 568
222. Larangan Melontar Jumrah Aqabah Sebelum Terbit Matahari 568
224. Bab: Melontar Jumrah Sesudah Sore Hari 569
225. Bab: Melontarnya Para Penggembala 569
226. Bab: Tempat Melontar Jumrah Aqabah 570
227. Bab: Jumlah Batu Kerikil Untuk Melontar Jumrah 573
228. Bab: Bertakbir pada Setiap Lontaran Batu 574
229. Bab: Berhenti Bertalbiyah Saat Melontar Jumrah Aqabah 574
230. Bab: Berdo’a Setelah Melontar Jumrah 575
231. Bab: Yang Dihalalkan Bagi Muhrim Setelah Selesai Jumrah 576
KITAB Al JIHAD
25. KITAB JIHAD 577
1. Bab: Kewajiban Jihad 577
2. Larangan Keras Meninggalkan Jihad 584
3. Rukhsah Untuk Tidak Ikut dalam Barisan Pasukan Perang 585
4. Keutamaan Para Mujahidin daripada Orang-Orang Yang  Tidak Turut Berperang 585
5. Keringanan Untuk Tidak Ikut Serta Berperang Bagi Orang yang Memiliki Kedua Orang Tua 588
6. Keringanan Untuk Tidak Ikut Serta Berperang Bagi Orang yang Memiliki Ibu 588
7. Keutamaan Orang yang Berjihad di Jalan Allah dengan Jiwa dan Hartanya 589
8. Keutamaan Orang yang Berjihad di Jalan Allah dengan Berjalan Kaki 590
9. Pahala Bagi Orang yang Kedua Kakinya Berdebu Karena  (Berperang) di Jalan Allah 593
10.  Pahala Mata yang Begadang di Jalan Allah —Azza wa Jalla— 594
11. Keutamaan Ghadwah (Pergi Di Waktu Pagi) di Jalan Allah  —Azza wa Jalla— 594
12.  Keutamaan Ar-Rauhah (Pergi Waktu Sore) di Jalan Allah —Azza Wa Jalla— 594
13.   Bab: Orang yang Berperang Adalah Utusan Allah —Ta’ala— 595
14. Bab: Jaminan Allah —Azza wa Jalla— Bagi Orang yang         Berjihad di Jalan-Nya 595
15. Bab: Pahala Bagi Pasukan Perang yang Tidak Berhasil 597
16. Perumpamaan Orang Yang Berjihad di Jalan Allah —Azza wa Jalla— 598
17. Amalan yang Menyamai Jihad di Jalan Allah —Azza wa Jalla— 599
18. Derajat Orang yang Berjihad di Jalan  Allah —Azza wa Jalla— 600
19. Balasan Bagi Orang yang Masuk Islam, Berhijrah dan  Berjihad 602
20. Keutamaan Orang yang Menginfakkan Harta yang Memiliki Pasangan di Jalan Allah 604
21. Barangsiapa yang Berperang Untuk Meninggikan Kalimat Allah 605
22. Barangsiapa yang Berperang Agar Dikatakan “Dia Seorang Pemberani” 605
23. Barangsiapa yang Berperang di Jalan Allah dan Tidak Berniat dalam Peperangan Tersebut Kecuali Hanya Ingin Mendapatkan Ghanimah 607
24. Barangsiapa yang Berperang Mengharapkan Balasan dan Pujian 608
25. Pahala Bagi Orang yang Berperang di Jalan Allah dengan Unta 609
26. Pahala Bagi Orang yang Memanah di Jalan Allah —Azza wa Jalla— 609
27. Bab: Barangsiapa yang Terluka di Jalan Allah —Azza wa Jalla— 612
28. Apa yang Dikatakan Untuk Orang yang Ditikam Musuh 613
29. Bab: Orang yang Berperang di Jalan Allah, Kemudian Pedangnya Berbalik kepadanya Hingga Membunuhnya 615
30. Bab: Mengharap Mati di Jalan Allah Ta’ala 617
31. Pahala Bagi Orang yang Terbunuh di Jalan  Allah —Azza wa Jalla— 619
32. Barangsiapa yang Berperang di Jalan Allah —Ta’ala— Sedangkan Ia Memiliki Utang 619
33. Apa yang Diharapkan di Jalan Allah —Azza wa Jalla— 622
34. Apa yang Diharapkan Oleh Ahli Surga 622
35. Rasa Sakit yang Dialami Orang yang Mati Syahid 623
36. Permintaan Mati Syahid 623
37. Berkumpulnya Pembunuh dan yang Terbunuh di Jalan Allah di Surga 625
38. Penafsiran Hal Tersebut 625
39. Keutamaan Ribath (Menjaga tempat yang dikawatirkan mendapat serangan dari musuh) 626
40. Keutamaan Jihad di Laut 627
41. Perang India 630
42. Perang Turki dan Habasyah 631
43. Pertolongan (dari Allah) karena Orang yang Lemah 634
44. Keutamaan Orang yang Memberi Bekal kepada Orang yang Akan Pergi Berperang 634
45. Keutamaan Berinfaq di Jalan Allah Ta’ala 635
46. Keutamaan Bersedekah di Jalan Allah —Azza wa Jalla— 637
47. Kehormatan Para Istri Mujahidin 638
48. Barangsiapa yang Mengkhianati Orang yang Berjihad dalam Mengurusi Keluarganya 639
KITAB AN-NIKAH
26. KITAB NIKAH 643
1. Penyebutan Perintah Rasulullah SAW untuk Menikah, Penyebutan Para Istri Beliau, Penyebutan Apa yang Dibolehkan Oleh Allah Azza wa Jalla Bagi Nabi-Nya dan Dilarang Atas Makhluk-Nya Sebagai Tambahan untuk Kemuliaannya dan Peringatan Akan Keutamaannya 643
2. Apa yang Diwajibkan Oleh Allah —Azza wa Jalla— Atas  Rasul-Nya SAW dan Diharamkan Atas Makhluk-Nya Untuk  Menambah Kemuliaan kepadanya —dengan Izin Allah— Sebagai Bentuk Ibadah 645
3. Anjuran Untuk Menikah 647
4. Bab: Larangan Membujang 650
5. Bab: Pertolongan Allah Bagi Orang yang Menikah Demi Memelihara Kehormatan Dirinya 652
6. Menikahi Gadis 653
7. Menikahi Wanita yang Seusia 654
8. Menikah dengan Bekas Budak Arab 654
9. Al Hasab (Kemuliaan atau sesuatu yang membanggakan) 658
10. Atas Dasar Apa Seorang Wanita Dinikahi? 659
11. Makruh Menikah dengan Wanita Mandul 659
12. Menikah dengan Wanita Pezina 660
13. Bab: Dimakruhkan Menikahi Wanita Pezina 662
14. Siapakah Wanita Pilihan? 662
15. Wanita Shalihah 663
16. Wanita Pencemburu 663
17. Bolehnya Melihat (Wanita) Sebelum Menikah 663
18. Menikah di Bulan Syawal 664
19. Meminang dalam Pernikahan 665
20. Larangan Seseorang Melamar Wanita yang Sedang Dilamar Saudaranya 666
21. Seseorang Boleh Melamar Wanita yang Sudah Dilamar Orang Lain Apabila Pelamar Pertama Meninggalkannya atau Mengizinkannya 668
22. Apabila Seorang Perempuan Meminta Pendapat Seorang Laki- Laki Tentang Lelaki Lain yang Melamarnya, Apakah Ia Memberitahukan kepada Perempuan Tersebut Tentang Apa
yang Ia Ketahui? 670
23. Apabila Seorang Lelaki Meminta Pendapat kepada Lelaki Lain Tentang Seorang Perempuan, Apakah Ia Memberitahukan kepadanya Tentang Apa yang Ia Ketahui? 671
24. Bab: Seorang Lelaki Menawarkan Anak Perempuannya kepada Orang yang Ia Ridhai 672
25. Bab: Seorang Perempuan Menawarkan Dirinya kepada Orang yang Ia Ridhai 673
26. Shalat Istikharah Bagi Perempuan yang Dilamar       674
27. Tata Cara Istikharah      675
29. Seorang Lelaki Menikahi Gadis Kecil 676
31. Meminta Izin kepada Gadis 679
32. Musyawarah Ayah dengan Anak Gadisnya 680
33. Mengajak Janda Bermusyawarah 680
34. Izin Seorang Gadis 681
35. Seorang Janda yang Dinikahkan Ayahnya Sedangkan Ia Tidak Suka 681
36. Seorang Gadis yang Dinikahkan Oleh Ayahnya Sedangkan Ia Tidak Suka 682
38. Larangan Menikah Bagi Orang yang Sedang Ihram 682
39. Perkataan yang Disunnahkan Ketika Pernikahan 683
40. Apa yang Dimakruhkan dalam Khutbah 684
41. Bab: Perkataan yang Menyatakan Sahnya Pernikahan 685
42. Syarat dalam Pernikahan 686
43. Nikah yang Dibolehkan Bagi Istri yang Terthalak Tiga Untuk Kembali kepada Suami yang Menthalaknya 686
44. Haram Menikahi Anak Istri yang dalam Pemeliharaannya 687
45. Larangan Menghimpun (dalam Perkawinan) Antara Ibu dengan Anak Perempuannya 688
46. Larangan Menghimpun (dalam Pernikahan) Dua Perempuan yang Bersaudara 690
47. Menghimpun (dalam Perkawinan) Antara Seorang Wanita dengan ‘Ammah-nya (Bibi dari Pihak Ayah) 691
48. Larangan Menghimpun (dalam Perkawinan) antara Seorang Wanita dengan Khalah-nya 692
49. Yang Haram Dinikahi Karena Adanya Faktor Susuan 694
50. Larangan Menikahi Putri Saudara Laki-laki Sepersusuan 695
51. Jumlah Penyusuan yang Menjadikan Haram Dinikahi 696
52. Laban Al Fahl (Kerabat Wanita yang Menyusui) 698
53. Bab: Menyusui Anak yang Sudah Besar 702
54. Al Ghilah (Menyetubuhi Istri pada Waktu Hamil) 706
55. Bab: Al ‘Azl (Menumpahkan Sperma di Luar Rahim)       706
57. Persaksian dalam Penyusuan 707
58. Menikahi Wanita yang Telah Dinikahi Ayah 708
59. Tafsir Firman Allah Azza wa Jalla, “Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki.” 709
60. Bab: Nikah Syighar 709
61. Tafsir Nikah Syighar 710
62. Bab: Menikahkan dengan (Mahar) Hafalan Al Qur‘an 711
63. Menikah dengan Mahar Keislaman Seseorang 713
64. Menikah dengan Mahar Pembebasan Budak 714
65. Seseorang Memerdekakan Budak Perempuannya Kemudian Menikahinya 714
66. Adil dalam Memberikan Mas Kawin     715
67. Menikah dengan Mahar Satu Biji Emas 719
68. Bolehnya Menikah Tanpa Mas Kawin 720
69. Bab: Seorang Perempuan Menghibahkan Dirinya kepada Seorang Laki-laki Tanpa Mas Kawin 724
71. Pengharaman Nikah Mut’ah 725
72. Mengumumkan Pernikahan dengan Suara dan Menabuh Rebana 727
73. Doa Kepada Seseorang yang Menikah 727
74. Doa Bagi Orang yang Tidak Menghadiri Pernikahan 728
75. Boleh Memakai Shufrah Saat Menikah 728
76. Hal yang Membolehkan Khalwat (Berdua dengan Wanita) 729
77. Tinggal Serumah pada Bulan Syawal 730
78. Tinggal Serumah dengan Anak Perempuan Berumur Sembilan Tahun 730
79. Menggauli Istri dalam Safar 731
80. Hiburan dan Nyanyian Pada Saat Pesta Pernikahan 734
82. Tempat Tidur 735
83. Al Anmath (Salah satu bentuk permadani yang berserabut tipis) 735
84. Hadiah Bagi Pengantin Baru 736
KITAB ATH-THALAQ
27. KITAB THALAK 738
1. Bab: ‘Iddah Yang Diperintahkan Oleh Allah —Azza wa Jalla—  Bagi Istri yang Dithalak 738
2. Bab: Thalak Sunnah 741
3. Bab: Apa yang Dilakukan Suami Apabila Menthalak Istri yang Sedang Haidh 742
4. Bab: Thalak yang Tidak Ber-iddah 743
5. Thalak yang Tidak Beriddah dan Apa yang Terhitung Darinya Atas Orang yang Menthalak 744
7. Bab: Keringanan dalam Hal Tersebut 745
8. Bab: Thalak Tiga Secara Terpisah Sebelum Menggauli Istri 748
9. Thalak Bagi Istri yang Menikah dengan Suami Lain Namun Belum Disetubuhi 749
10. Thalak Al Battah (Thalak Tiga) 750
12. Bab: Menghalalkan Istri yang Terthalak Tiga, dan Pernikahan yang Menghalalkannya (Menjadikannya Boleh Menikah Kembali) 751
13. Bab: Menghalalkan Wanita Terthalak Tiga dan Ancaman Berat Bagi yang Melakukannya 753
13. Bab: Sikap Suami Terhadap Istri dengan Menceraikannya 754
15. Bab: Seseorang yang Mengirim Utusan Kepada Isterinya (Untuk Menyatakan) Cerai 754
17. Tafsir Ayat Menurut Sudut Pandang yang Lain 755
18. Bab: Kembalilah Kepada Keluargamu 756
20. Bab: Kapan Jatuhnya Thalak Anak Kecil? 759
21. Bab: Suami yang Tidak Jatuh Thalak nya 760
22. Bab: Seseorang yang Menceraikan (Istrinya) dalam Hati 760
23. Thalak dengan Isyarat yang Bisa Difahami 761
24. Bab: Perkataan Jika Dimaksudkan Sesuatu yang Termasuk Kandungan Maknanya 762
25. Bab: Sesuatu yang Tidak Termasuk Kandungan Maknanya Tidak Akan Berdampak Sesuatupun dan Tidak Akan Menetapkan Hukum Apapun 763
26. Bab: Memberi Waktu dalam Khiyar 763
27. Bab: Istri yang Diberi Pilihan Kemudian Memilih Suaminya 765
29. Bab: Memberikan Pilihan Kepada Amah (Budak Perempuan) 766
30. Bab: Memberi Pilihan Kepada Amah yang Dimerdekakan dan Suaminya Adalah Orang yang Merdeka 768
31. Bab: Memberikan Pilihan kepada Amah yang Dimerdekakan dan Suaminya Adalah Seorang Budak 769
32. Bab: Ila’ (Sumpah seorang suami bahwa ia tidak akan tidur dengan istrinya) 773
33. Bab: Zhihar (Ucapan seorang suami kepada istrinya bahwa ia seperti zhahr (punggung) ibunya) 774
42. Bab: Khulu’ (Seorang sumai yang menceraikan istrinya dengan imbalan harta yang dibayar untuknya) 777
35. Bab: Memulai Li’an 779
36. Bab: Li’an dengan Kehamilan 781
37. Bab: Li’an dalam Hal Tuduhan Seseorang Kepada Istrinya dengan (Menyebutkan Nama) Laki-Laki 781
38. Bab: Tata-Cara Li’an 782
39. Bab: Perkataan Imam: Ya Allah, Berikan Kejelasan 784
40. Bab: Perintah Meletakkan Tangan di Mulut Dua Orang yang Saling Melaknat Ketika Sampai Pada Sumpah yang Kelima 787
41. Nasihat Imam Kepada Suami–Istri Saat Berli’an 787
42. Bab: Memisahkan Dua Orang yang Berli’an 789
43. Bab: Meminta Dua Orang yang Saling Melaknat Setelah Ber-li’an Untuk Bertaubat 790
44. Berkumpulnya Dua Orang yang Ber-li’an 791
45. Bab: Menafikan Anak dengan Li’an dan Menisbatkannya Kepada Sang Ibu 791
46. Bab: Apabila Suami Menolak dan Meragukan Bahwa Anak yang Dikandung Istrinya Adalah Darinya 792
48. Bab: Menisbatkan Anak Kepada Firasy (Pemilik Tempat Tidur) Jika Pemilik Tempat Tidur Tidak Menafikannya 794
49. Bab: Tempat Tidur Amah (budak perempuan) 796
50. Bab: Undian dalam Hal Menentukan (Kepemilikan) Anak Apabila Mereka Memperselisihkannya dan Penyebutan Ikhtilaf Penisbatannya, dalam Hadits Riwayat Zaid Bin Arqam 797
51. Bab: Orang yang Mengetahui Nasab dengan Cara Mengenali Tanda-Tanda yang Serupa 799
52. Keislaman Salah Satu dari Kedua Suami-Istri, dan Pemilihan anak 800
53. Iddah Bagi Istri yang Meminta Cerai 801
54. Apa yang Dikecualikan dari Iddah Para Wanita yang Dicerai 803
55. Bab: Iddah Seorang Istri yang Ditinggal Mati Suaminya 804
56. Bab: Masa Iddah Perempuan Hamil yang Ditinggal Mati Suaminya 806
57. Iddah Istri yang Ditinggal Mati Suaminya Sebelum Si Suami Menggaulinya 819
58. Bab: Al Ihdad 819
59. Bab: Gugurnya Ihdad dari Perempuan Ahli Kitab yang Ditinggal Mati Suaminya 820
60. Istri yang Ditinggal Mati Suaminya (Harus) Berdiam Diri di  Rumahnya Sampai Halal 820
61. Bab: Keringanan Bagi Istri yang Ditinggal Suaminya untuk Ber-iddah di manapun Ia Berkehendak 822
62. Iddah isteri yang Ditinggal Mati Suaminya (Dimulai) Sejak Hari Datangnya Kabar (Kematian Sang Suami) 823
63. Meninggalkan Perhiasan bagi Wanita Muslimah yang Berihdad 823
64. Wanita yang Sedang Ihdad Menjauhi Pakaian Berwarna-Warni 826
65. Bab: Pacar (Cat Kuku) Bagi Wanita yang Berihdad 827
67. Larangan Bercelak Bagi Wanita yang Sedang Berihdad 827
68. Al Qusth Dan Al Azhfar (Dua Macam Wewangian Yang Biasa Digunakan Perempuan Untuk Membersihkan  Bekas Haidhnya) Bagi Wanita Yang Sedang Berihdad 830
69. Bab: Dihapusnya Nafkah Bagi Istri yang Ditinggal Mati Suaminya dengan Bagian yang Telah Ditentukan Untuknya dari Harta Warisan 830
71. Bab: Keluarnya Istri yang Ditinggal Mati Sang Suami pada  Siang Hari 834
72. Bab: Nafkah Bagi Istri yang Dithalak Bain 834
73. Bab: Nafkah Bagi Wanita Hamil yang Dithalak Tiga 835
74. Al Aqra’ 837
75. Bab: Naskh (Dihapusnya Hukum) Diperbolehkannya Rujuk Setelah Thalak Tiga 837
76. Bab: Rujuk 839
KITAB AL KHAIL
28. KITAB KUDA PERANG 842
4. Tali Belenggu Kaki Kuda 845
5. Bab: Kesialan Kuda 846
6. Bab: Berkah Kuda Perang 846
7. Bab: Menganyam Rambut Ubun-ubun Kuda Perang 846
9. Bab: Doanya Kuda 848
10. Sikap Keras dalam Mengawinkan Keledai dengan Kuda 849
11. Memberi Makan Kuda 850
12. Batasan Tempat Akhir Perlombaan Bagi Kuda yang Tidak Disiapkan untuk Berlari dan Tidak Dikencangkan Tali Pelananya 850
13. Bab: Menyiapkan Kuda untuk Berlari dan Tidak Dikencangkan Tali Pelananya dalam Perlombaan 851
14. Bab: Perlombaan 851
15. Membentak Kuda Agar Membalap 853
16. Al Janab 853
17. Bab: Saham (Bagian) Kuda 854
KITAB AL AHBAS
KITAB AHBAS (Sesuatu yang Dihibahkan Secara Khusus) 855
-1- 855
2. Makna Al Ahbas 856
3. Bab: Mewakafkan Barang yang Tidak Dapat Dipindahkan 859
4. Bab: Wakaf Masjid 861
KITAB AL WASHAYA
30. KITAB WASIAT 869
1. Makruhnya Menunda Wasiat 869
2. Apakah Nabi SAW Berwasiat? 872
3. Bab: Wasiat dengan Sepertiga Harta 874
4. Bab: Melunasi Utang Sebelum Pembagian Warisan dan Menyebutkan Perbedaan Lafazh Para Perawi Hadits Jabir 879
5. Bab: Pembatalan Wasiat kepada Ahli Waris 883
6. Bab: Apabila Seseorang Berwasiat kepada Keluarga Dekatnya 884
7. Apabila Seseorang Meninggal Dunia Secara Tiba-tiba, Apakah Keluarganya Dianjurkan Bersedekah Untuknya? 888
8. Keutamaan Sedekah Untuk Orang yang Meninggal Dunia 889
9. Penjelasan Tentang Perbedaan Riwayat Sufyan 892
10. Larangan Menguasai Harta Anak Yatim 895
11. Apa yang Didapat Oleh Orang yang Diberi Wasiat Berupa Harta Anak Yatim Jika Ia Sendiri yang Mengasuhnya 895
12. Menjauhi Diri dari Memakan Harta Anak Yatim 897
KITAB AN-NUHL
31. KITAB AN-NUHL (PEMBERIAN) 898
1. Menyebutkan Perbedaan Lafazh Para Perawi dalam Hadits Riwayat Nu’man bin Basyir Tentang An-Nuhl 898
KITAB AL HIBAH
32. KITAB HIBAH 906
1. Menghibahkan Barang Umum 906
2. Orang Tua Apa Meminta Kembali yang Telah Diberikan kepada Anaknya dan Penyebutan Perbedaan Lafazh Hadits 909
3. Penyebutan Perbedaan Lafazh Hadits Riwayat Ibnu Abbas dalam Permasalahan Ini 911
4. Penyebutan Perbedaan Thawus dalam Lafazh Hadits Perihal Orang yang Menarik Kembali Pemberiannya 913
KITAB AR-RUQBA
33. KITAB AR-RUQBA 916
1. Penyebutan Perbedaan Periwayatan Ibnu Abi Nujaih Dalam Hadits Zaid bin Tsabit 916
2. Penyebutan Perbedaan Riwayat Abu Jabir     917
KITAB AL UMRA
34. KITAB AL UMRA 920
-1- 920
2. Penyebutan Perbedaan Lafazh Para Perawi Hadits Jabir dalam Permasalahan Umra 922
3. Penyebutan Perbedaan Riwayat Az-Zuhri 925
4. Penyebutan Perbedaan antara Yahya Bin Abi Katsir dan Muhammad Bin ‘Amr dalam Periwayatan Hadits Abu Salamah 929
5. Pemberian Seorang Istri Tanpa Izin Suaminya 932

Harga Rp. 143.000
------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar