Laman

Senin, 27 Desember 2010

Fathul Baari jil. 14

Perpustakaan Nasional RI: Data Katalog Terbitan (KDT)

Ibnu Hajar Al Asqalani, Al Imam Al Hafizh
Fathul Baari : Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari / Al Imam Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani ; penerjemah, Amiruddin; editor, Abu Rania, Lc., Titi Tartilah, S. Ag; Cet, 2  -- Jakarta : Pustaka Azzam, 2007. 508 hlm. ; 23.5 cm

Judul asli : Fathul Baari Syar Shahih Al Bukhari  ISBN 979-3002-67-0 (jil.14)

Cetakan : Kedua, Maret 2007
Penerbit : PUSTAKA AZZAM  Anggota IKAPI DKI
Alamat : Jl. Kampung Melayu Kecil III/15 Jak-Sel 12840
Telp : (021) 8309105/8311510
Fax : (021) 8299685
http://www.pustakaazzam.com E-Mail:pustaka.azzam@gmail.com

Dilarang memperbanyak isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit
@ All Rights Reserved
Hak terjemahan dilindungi undang-undang.

Daftar Isi


Daftar Isi vii

KITABUL MAZHALIM

46. KITAB PERBUATAN ANIAYA 2
1. Qishash Atas Perbuatan Aniaya 4
2. Firman Allah, “Ingatlah, Laknat Allah (ditimpakan) atas Orang-orang yang Zhalim” (Qs. Huud [11]: 18) 7
3. Seorang Muslim Tidak Menzhalimi Muslim Lainnya dan Tidak Menyerahkannya 8
4. Tolonglah Saudaramu dalam Keadaan Berbuat Zhalim atau Dizhalimi 11
5. Menolong Orang yang Dizhalimi 14
6. Membela Diri dari Perbuatan Orang yang Zhalim 16
7. Pemberian Maaf oleh Orang yang Dizhalimi 18
8. Kezhaliman Adalah Kegelapan pada Hari Kiamat 19
9. Takut dan Waspada Terhadap Doa Orang yang Dizhalimi 21
10. Barangsiapa Melakukan Kezhaliman Terhadap Seseorang, 
Lalu Minta Dihalalkan, Apakah Dia Harus Menjelaskan Kezhalimannya? 21
11. Apabila Seseorang Telah Menghalalkan Kezhaliman yang Dialaminya, maka Dia Tidak Berhak Mencabut Kembali 25
12. Apabila Diizinkan atau Dihalalkan Tanpa Menjelaskan 
Berapa Kadarnya 26
13. Dosa Orang yang Melakukan Kezhaliman dalam 
Masalah Tanah 28
14. Apabila Seseorang Mengizinkan Sesuatu kepada 
Orang Lain, Maka itu Diperbolehkan 36
15. Firman Allah, “Padahal Ia Adalah Pembantah yang 
Paling Keras.” (Qs. Al Baqarah [2] : 204) 38
16. Dosa Orang yang Berperkara Dalam Kebatilan Padahal 
Dia Mengetahuinya 38
17. Apabila Berperkara, maka Dia Berbuat Curang 39
18. Orang yang Dizhalimi Meng-qishash (Mengambil 
Balasan Setimpal) Bila Mendapati Harta Orang yang Menzhaliminya 40
19. Saqifah 46
20. Tetangga tidak Boleh Melarang Tetangganya untuk Menyandarkan Kayu di Dindingnya 47
21. Menumpahkan Khamer di Jalan 53
22. Duduk di Halaman Rumah dan di Jalan-jalan 54
23. Sumur yang Ada di Jalan Jika Tidak Mengganggu 58
24. Menghilangkan Gangguan 59
25. Kamar dan Bagian Atas yang Menjulur Keluar, atau 
Tidak Menjulur Keluar, pada Atap dan Selainnya 60
26. Orang yang Mengikat Untanya pada Batu di Pintu 
Masjid atau di Pintu Masjid 69
27. Berdiri dan Kencing di Pembuangan Sampah Suatu Kaum 70
28. Orang yang Mengambil Dahan dan Apa yang 
Mengganggu Manusia di Jalan Lalu Membuangnya 70
29. Apabila Terjadi Perbedaan Pada Jalan Al Mita’ 
(Tempat Lapang yang Berada di Antara Jalan) Kemudian Pemiliknya Ingin Mendirikan Bangunan, Maka Harus 
Disisakan untuk Jalan Seluas Tujuh Hasta 72
30. Merampas Tanpa Izin Pemiliknya 74
31. Menghancurkan Salib dan Membunuh Babi 78
32. Apakah Bejana yang Berisi Khamer Harus Dipecahkan, atau Kantong yang Terbuat dari Kulit Harus Disobek? 79
33. Orang yang Memerangi (Memberi Perlawanan) Demi 
Membela Hartanya 84
34. Apabila Seseorang Memecahkan Piring atau Sesuatu 
Milik Orang Lain 89
35. Apabila Seseorang Merobohkan Tembok, Maka 
Hendaknya Membangun Tembok yang Serupa 96
Penutup 99

KITABUSY-SYARIKAH

47. KITAB PERSERIKATAN 101
1. Berserikat pada Makanan, Nahd dan Arudh (barang) 101
2. Apa yang Merupakan Percampuran dari Harta 
Milik Dua Orang, maka Keduanya Saling Menuntut 
Secara Rata dalam Sedekah (Zakat) 109
3. Membagi Kambing 111
4. Mengambil Dua Kurma Sekaligus Di Antara 
Orang-orang yang Bersekutu Hingga Minta Izin kepada 
Anggota Persekutuan 112
5. Mengukur Sesuatu dengan Adil di Antara 
Orang-Orang yang Berserikat 114
6. Apakah Dilakukan Pengundian dalam Pembagian? Dan 
Bagian yang Didapat 115
7. Perserikatan Anak Yatim dan Ahli Waris 116
8. Berserikat pada Tanah dan Selainnya 118
9. Apabila Orang-orang yang Berserikat Membagi 
Tempat Tinggal atau yang Lainnya, Maka tidak Ada 
Hak Bagi Mereka untuk Membatalkan dan Tidak 
Pula Hak Syuf’ah 119
10.   Berserikat pada Emas dan Perak, serta Sesuatu yang
Ada Unsur Emas dan Peraknya 120
11. Perserikatan Kafir Dzimmi dan Orang-orang Musyrik 
Dalam Pertanian 122
12. Membagi Kambing dan Berlaku Adil dalam Pembagian 124
13. Perserikatan pada Makanan dan Selainnya 124
14. Perserikatan pada Budak 129
15. Berserikat pada Hadyu dan Budn, serta Apabila 
Seseorang Menjadikan Orang Lain Berserikat pada 
Hewan Miliknya Setelah Ditetapkan Sebagai Hadyu 130
16. Orang yang Menyamakan Sepuluh Ekor Kambing 
dengan Seekor Unta Dalam Pembagian 134
Penutup 136

KITABUR-RAHN

48. KITAB GADAI (RAHN) 138
1. Gadai Saat Mukim 138
2. Orang yang Menggadaikan Baju Besinya 145
3. Menggadaikan Senjata 147
4. Hewan yang Digadaikan Ditunggangi dan Diperah 149
5. Menggadaikan kepada Orang Yahudi dan Lainnya 155
6. Apabila  Terjadi Perbedaan Antara Pemberi Gadai 
dan Pemegang Gadai, Maka Bagi yang Mengajukan 
Gugatan Harus menunjukkan bukti dan Bagi yang 
Tergugat Harus Bersumpah 155
Penutup 158
KITABUL ITQ

49. KITAB MEMERDEKAKAN BUDAK 160
1. Memerdekakan Budak dan Keutamaannya 160
2. Budak Mana yang Paling Utama? 166
3. Disukainya Membebaskan Budak Saat Gerhana 
atau Peristiwa-peristiwa Luar Biasa 171
4. Apabila Seseorang Membebaskan Budak yang 
Dimiliki oleh Dua Orang atau Budak Wanita yang 
Dimiliki Secara Bersama (Serikat) 172
5. Apabila Seseorang Memerdekakan Bagiannya pada 
Budak yang Dimiliki Bersama Sementara Ia Tidak 
Memiliki Harta, maka Budak itu Diberi Kesempatan 
Berusaha Tanpa Dipersulit Sebagaimana Halnya 
Mukatabah 189
6. Salah dan Lupa Dalam Memerdekakan Budak, Thalak dan 
yang Sepertinya, Tidak Ada Pembebasan Budak Kecuali 
Demi Mengharapkan Ridha Allah 203
7. Apabila Seseorang Berkata kepada Budaknya, “Dia Untuk 
Allah” Seraya Berniat Memerdekakannya, serta Kesaksian 
dalam Memerdekakan Budak 209
8. Ummul Walad 212
9. Menjual Mudabbar 219
10. Menjual Wala` dan Menghibahkannya 223
11. Apabila Saudara atau Paman Seseorang Ditawan, 
Apakah Harus Ditebus Jika Dia Dalam Keadaan 
Musyrik? 225
12. Memerdekakan Budak Musyrik 229
13. Orang yang Memiliki Budak dari Bangsa Arab Lalu
Menghibahkan, Menjual, Menggauli dan Minta Tebusan 
serta Menjadikan Wanita Sebagai Tawanan Perang 231
14. Keutamaan Mendidik Budak Wanita dan Mengajarinya 242
15. Sabda Nabi SAW 243
16. Seorang Budak Apabila Memperbaiki Ibadah kepada 
Tuhannya dan Menasihati Majikannya 248
17. Tidak Disukai Bersikap Melampaui Batas Terhadap Budak, 
dan Perkataan “Hamba Sahayaku yang Laki-laki dan 
Hamba Sahayaku yang Perempuan” 254
18. Apabila Seorang Pelayan Datang Menghidangkan 
Makanan Kepada Salah Seorang Di Antara Kamu 268
19. Budak Adalah Pemimpin pada Harta Majikannya. 
Nabi SAW Menisbatkan Harta Kepada Majikan 269
20. Apabila Memukul Budak, Maka Hindarilah Bagian Wajah 271

KITABUL MUKATAB

50. kitab mukatab 279
1. Mukatab dan Setorannya, Pada Setiap Tahun Sekali 
Setoran 281
2. Syarat-syarat yang Diperbolehkan Dalam 
Perjanjian Memerdekakan Budak dan Orang Membuat 
Persyaratan yang Tidak Ada Dalam Kitab Allah 292
3. Permohonan Bantuan Oleh Mukatab dan Permintaannya 
Kepada Manusia 301
4. Menjual Mukatab Apabila Ridha 316
5. Apabila Mukatab Berkata, “Belilah Aku dan 
Merdekakanlah Diriku”. Lalu Seseorang Membelinya 
Karena Hal Itu 322
Penutup 324

KITABUL HIBAH, WA FADHLIHA, WA TTAHRIDH ‘ALAIHA

51. KITAB HIBAH, KEUTAMAAN DAN ANJURAN 
UNTUK MELAKUKANNYA 327
2. Hibah Yang Sedikit 333
3. Orang yang Minta Kepada Para Sahabatnya Agar 
Menghibahkan Sesuatu Kepadanya 335
4. Orang yang Minta Minum 338
5. Menerima Hadiah Hewan Buruan 341
6. Menerima Hadiah 343
7. Menerima Hadiah 344
8. Orang yang Memberi Hadiah Kepada Sahabatnya, Lalu 
Sengaja Memilih Giliran Sebagian Istrinya dan Tidak
Memberikannya Pada Saat Giliran Istrinya yang Lain 351
9. Hadiah yang Tidak Ditolak 362
10. Orang yang Berpendapat Tentang Bolehnya 
Menghibahkan Sesuatu yang Tidak Ada 364
11. Imbalan Dalam Hibah 365
12. Hibah Untuk Anak 367
13. Menghadirkan Saksi Ketika Menyerahkan Hibah 369
14. Hibah Suami Kepada Istrinya dan Istri Kepada Suaminya 388
15. Hibah Seorang Wanita kepada Selain Suaminya, 
dan Memerdekakan Budak Jika Dia Memiliki Suami 
Adalah Diperbolehkan Selama dia Bukan Orang yang 
Lemah Akal. Apabila Dia Orang yang Lemah Akal, 
maka Tidak Diperbolehkan. Allah Berfirman 
(Qs. An-Nisaa [4] : 5) 393
16. Siapakah yang Lebih Dahulu Diberi Hadiah 400
17. Orang Yang Tidak Menerima Hadiah Karena Sebab 
Tertentu 401
18. Apabila Seseorang Menghibahkan Atau Menjanjikan 
Sesuatu, Kemudian Dia Meninggal Dunia Sebelum Apa 
yang Akan Dihibahkan atau Dijanjikan Sampai Kepadanya 406
19. Bagaimana Serah Terima Budak dan Barang 410
20. Apabila Seseorang Menghibahkan Sesuatu, Lalu Diambil 
Alih oleh Pihak Lain Tanpa Mengatakan 
“Aku Telah Menerimanya” 412
21. Apabila Seseorang Menghibahkan Utang kepada Orang Lain 414
22. Hibah kepada Satu Orang untuk Sekelompok Orang 418
23. Hibah yang Telah Diterima dan yang Belum Diterima Serta 
yang Telah Dibagi dan yang Belum Dibagi 421
24. Apabila Sekelompok Orang Menghibahkan Kepada Suatu 
Kaum 424
25. Orang yang Dihibahkan Sesuatu Kepadanya dan di Sisinya 
Terdapat Orang-orang yang Duduk Bersamanya, maka Ia 
Lebih Berhak Terhadap Hibah Itu 427
26. Apabila Seseorang Menghibahkan Unta kepada Orang Lain, 
dan Penerimanya Sedang Menunggang Unta Itu, maka 
Ini Diperbolehkan 430
27. Menghadiahkan Sesuatu Yang Makruh Dipakai 430
28. Menerima Hadiah dari Orang-orang Musyrik 433
29. Hadiah Untuk Orang-orang Musyrik 441
30. Seseorang Tidak Halal Mengambil Kembali Hibah dan 
Sedekahnya 449
31. Bab. 458
32. Apa Yang Dikatakan Tentang Umraa dan Ruqbaa 461
33. Meminjam Kuda dari Orang lain 470
34. Meminjam untuk Pengantin pada Saat Pernikahan 473
35. Keutamaan Manihah 475
36. Apabila Seseorang Berkata, “Saya Memberimu Budak 
Wanita ini sebagai Pelayan Sebagaimana yang Biasa 
Dikenal”, maka itu Diperbolehkan 485
37. Apabila Seseorang Memberikan Kudanya Untuk 
Ditunggangi Orang Lain, maka Sama Seperti Umraa dan 
Sedekah 487
Penutup 488

Harga Rp. 89.000,-
-------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar