Laman

Senin, 27 Desember 2010

Fathul Baari jil. 26

Perpustakaan Nasional RI: Data Katalog Terbitan (KDT)

Ibnu Hajar Al Asqalani, Al Imam Al Hafizh
Fathul Baari 26 : Shahih Bukhari / Al Imam Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani ; penerjemah, Amiruddin; editor, Aminuddin, Abu Hasyim -- Jakarta : Pustaka Azzam, 2008. 840 hlm. ; 23.5 cm

Judul asli : Fathul Baari syarah Shahih Al Bukhari ISBN 978-602-8067-78-2

1. Perkawinan  (Hukum Islam) I. Judul II. Amiruddin III. Aminuddin IV. Abu Hasyim
297.43

Desain Cover : A & M Desain
Cetakan : Pertama, Agustus 2008
Penerbit : PUSTAKA AZZAM Anggota IKAPI DKI
Alamat : Jl. Kampung Melayu Kecil III/15 Jak-Sel 12840
Telp : (021) 8309105/8311510
Fax : (021) 8299685
E-Mail:pustaka.azzam@gmail.com
http//www.pustakaazzam.com

Dilarang memperbanyak isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit
All Rights Reserved
Hak terjemahan dilindungi undang-undang.

Daftar Isi

Kata Pengantar MUI viii
Kata Pengantar Penerbit ix

KITABUTH-THALAQ

68. KITAB TALAK (CERAI) 2
1. Firman Allah 2
2. Apabila Perempuan yang sedang Haid Ditalak, Maka Talak tersebut 
tetap Diperhitungkan 22
3. Orang yang Melakukan Talak. Apakah Seorang Laki-laki 
Menyatakan Talak Langsung kepada Istrinya? 38
4. Orang yang Memperbolehkan Talak Tiga 56
5. Orang yang Memberikan Pilihan kepada Istri-istrinya 77
6. Apabila Suami Berkata, “Aku Memisahkanmu”, atau 
“Aku Melepaskanmu”, atau “Yang Terbebas”, atau 
“Yang Terlepas”, atau Kata-kata yang Dimaksudkan 
sebagai Talak, maka Ia sesuai Niatnya 85
7. Orang yang Berkata Kepada Istrinya, “Engkau Haram Untukku” 91
8. Mengapa Engkau Mengharamkan Apa yang Allah 
Menghalalkannya bagimu? 102
9. Tidak ada Talak sebelum Nikah 125
10. Apabila Seseorang Berkata kepada Istrinya dengan Dipaksa, 
“Ini adalah Saudara Perempuanku”, maka tidak Ada Sesuatu 
(Sanksi) atasnya 145
11. Talak Bagi Orang yang Sangat Marah, Dipaksa, 
Mabuk, Gila, dan Persoalan Keduanya. Salah dan Lupa dalam 
Talak, dan Persekutuan serta Selainnya 147
12. Khulu’, dan Bagaimana Talak Padanya 169
13. Persengketaan, dan Apakah Disarankan Khulu’ dalam Keadaan 
Terpaksa 198
14. Menjual Budak Perempuan bukanlah Talak 201
15. Memberi Pilihan Kepada Budak Perempuan yang Diperistri Budak Laki-laki 209
16. Syafaat Nabi SAW terhadap Suami Barirah 215
17. Bab 220
18. Firman Allah 246
19. Menikahi Wanita-Wanita Musyrik yang Masuk Islam, dan Iddah 
Mereka 249
20. Apabila Perempuan Musyrik atau Nasrani Masuk Islam dan Dia 
Istri Seorang Kafir Dzimmi atau Kafir Harbi 257
21. Firman Allah, 277
22. Hukum Harta dan Keluarga Orang yang Hilang 290
23. Zhihar 300
24. Isyarat dalam Talak dan Perkara-Perkara lain 311
25. Li’an 322
26. Apabila Seseorang Menyindir dengan Cara Menafikan Anak 334
27. Memerintahkan para Pelaku Li’an untuk Bersumpah 342
28. Dimulai Dari Laki-laki saat Melakukan Li’an 345
29. Li’an dan Orang yang Menjatuhkan Talak sesudah Li’an 348
30. Melakukan Li’an di Masjid 370
31. Sabda Nabi SAW, “Sekiranya Aku Merajam tanpa Bukti.” 375
32. Mahar Bagi Perempuan yang Melakukan Li’an 383
33. Perkataan Imam (Pemimpin) Kepada Orang yang Melakukan 
Li’an, “Sesungguhnya Salah Satu dari Kalian Berdua telah Berdusta.
Apakah Ada di antara Kalian yang Bertaubat?” 388
34. Memisahkan antara Suami-Istri yang Melakukan Li’an 392
35. Anak Dinisbatkan kepada Perempuan yang Melakukan Li’an 396
36. Perkataan Imam (Pemimpin), “Ya Allah Perjelaslah.” 400
37. Apabila Suami Menjatuhkan Talak Tiga kepada Istrinya, kemudian 
Dia Menikah dengan Laki-laki lain setelah Menjalani Masa Iddah 
dan belum sempat Menyentuhnya 412
38. “Dan Perempuan-perempuan yang tidak Haid lagi 
(menopause) di antara Perempuan-perempuanmu jika Kamu 
Ragu-ragu (tentang masa iddahnya).” (Qs. Ath-Thalaaq [65]: 4) 430
39. “Dan Perempuan-perempuan yang Hamil, Waktu Iddah mereka 
itu ialah sampai Mereka Melahirkan Kandungannya.” 
(Qs. Ath-Thalaaq [65]: 4) 431
40. Firman Allah, “Dan Perempuan-Perempuan yang Ditalak 
Hendaklah menahan diri (Menunggu) Tiga Kali Quru’.” 
(Qs. Al Baqarah [2]: 228) 452
41. Kisah Fathimah binti Qais 455
42. Perempuan yang Ditalak jika Dikhawatirkan Keamanannya 
Terganggu di Tempat Suaminya, atau Dia Mengucapkan Perkataan 
yang Buruk terhadap Keluarganya 471
43. Firman Allah, “Mereka tidak boleh Menyembunyikan Apa 
yang Diciptakan Allah dalam Rahimnya.” 
(Qs. Al Baqarah [2]: 228) berupa Haid dan Kehamilan 472
44. “Dan Suami-Suaminya Lebih Berhak Merujukinya” 
(Qs. Al Baqarah [2]: 228) dalam Masa Menanti itu (Iddah). 
Dan Bagaimana Rujuk terhadap Perempuan jika Ditalak Satu 
atau Dua, dan Firman Allah, “Maka Janganlah Kamu 
[Para Wali] Menghalangi Mereka.” (Qs. Al Baqarah [2]: 232) 474
45. Rujuk Kepada Perempuan yang sedang Haid 479.
46. Perempuan yang Ditinggal Mati Suaminya tidak Berhias selama 
Empat Bulan Sepuluh Hari 479
47. Memakai Celak bagi Perempuan yang Sedang Berduka 501
48. Qusth (Gaharu) untuk Perempuan yang Berduka ketika Bersuci 503
49. Perempuan yang Sedang Berduka Mengenakan Pakaian ‘Ashb 507
50. “Dan Orang-orang yang meninggal dunia diantaramu dengan
meninggalkan isteri-isteri —hingga firman-Nya— Maha 
Mengetahui Apa yang Kamu Perbuat.” (Qs. Al Baqarah [2]: 234) 509
51. Mahar Pelacur dan Pernikahan yang Rusak (Tidak Memenuhi Syarat) 513
52. Mahar-mahar Perempuan yang telah Terjadi Dukhul (Jima’) 517
53. Mut’ah (Pemberian) bagi Perempuan yang Belum Ditetapkan 520
Penutup 523

KITABUN-NAFAQAH

69. Kitab Nafkah 526
1. Keutamaan Nafkah untuk Keluarga 526
2. Kewajiban Memberi Nafkah kepada Keluarga dan Tanggungan 536
3. Seseorang Menyimpan Makanan Pokok Selama Satu Tahun untuk
Keluarganya, dan Bagaimana Nafkah bagi yang Berada dalam
Tanggungan? 542
4. Nafkah Seorang Istri Jika Ditinggal Suaminya, dan Nafkah untuk Anak 550
5. Allah berfirman, 551
6. Pekerjaan Istri di Rumah Suaminya 557
7. Pembantu untuk Istri 559
8. Khidmat (Pekerjaan) Seorang Laki-Laki dalam Keluarganya 561
9. Jika Laki-Laki tidak Memberi Nafkah, maka Istri boleh Mengambil 
Nafkah tanpa Sepengetahuan Suaminya sekadar Apa yang 
Mencukupi Dirinya dan Anaknya dengan Cara yang Patut 563
10. Istri Memelihara Suami dalam Harta dan Nafkahnya 577
11. Memberi Istri Pakaian dengan Cara yang Patut 580
12. Istri Membantu Suaminya dalam Mengurus Anaknya 582
13. Nafkah Orang yang tidak Berkecukupan kepada Keluarganya 584
14. “Dan Waris pun berkewajiban seperti itu”, 
(Qs. Al Baqarah [2]: 233) dan Apakah Istri juga Memiliki Suatu 
Kewajiban darinya? “Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: 
dua orang lelaki yang seorang bisu —hingga firman-Nya— 
jalan yang lurus?” (Qs. An-Nahl [16]: 76) 585
15. Sabda Nabi SAW, 590
16. Perempuan-Perempuan yang Menyusui dari Mantan-mantan Budak 
dan Selain Mereka 592
Penutup 594

KITABUL ATH’IMAH

70. Kitab Makanan 597
1. Firman Allah, 597
2. Menyebut Nama Allah Ketika Makan, dan Makan dengan Tangan 
Kanan 610
3. Makan Makanan yang Ada di Dekatnya 618
4. Orang yang Mengambil dari Berbagai Tempat di Piring ketika 
Makan Bersama Sahabatnya Jika tidak Mengetahui Rasa Tidak 
Senang dari Sahabatnya itu 621
5. Menggunakan Tangan Kanan dalam Makan dan Lainnya 627
6. Orang yang Makan sampai Kenyang 628
7. Tidak Ada Halangan Bagi Orang Buta -Hingga Firman-Nya- 
agar kamu memahaminya. (Qs. An-Nuur [24]: 61) An-Nihdu 
(Kongsi) dan Berkumpul Untuk Makanan. 637
8. Roti yang Lembut, dan Makan di Atas Khiwan dan Sufrah 639
9. Sawiq (Tepung) 651
10. Nabi SAW Tidak Makan hingga Disebutkan kepadanya, dan 
Beliau Mengetahui apakah Makanan Itu 652
11. Makanan Satu Orang Cukup untuk Dua Orang 654
12. Orang Mukmin Makan dalam Satu Usus 657
13. Makan dengan Posisi Bersandar 672
14. Syiwaa‘ (Daging panggang), dan Firman Allah, “Dia (Ibrahim)
Menyuguhkan Daging Anak Kambing yang Haniidz.” 
(Qs. Huud [11]: 69) Maksudnya, Dipanggang. 677
15. Khaziirah 679
16. Keju 684
17. Silq dan Sya’iir 685
18. Nahsy dan Intisyaal 687
19. Menggigit Daging Paha Kambing 690
20. Memotong Daging dengan Pisau 693
21. Nabi SAW Tidak Mencela Makanan 695
22. Meniup Gandum 697
23. Apa yang Dimakan Nabi SAW dan Sahabat-Sahabatnya 698
24. Talbiinah (makanan yang terbuat dari tepung) 703
25. Tsariid 704
26. Kambing Panggang dan Kaki Depan serta Sisi Badan 707
27. Makanan, Daging, dan selainnya yang Disimpan Oleh Kaum Salaf 
di Rumah-Rumah dan dalam Perjalanan Mereka 709
28. Hais (Makanan yang terbuat dari Keju, Kurma, dan Samin) 713
29. Makan dengan Wadah yang ada Peraknya 715
30. Tentang Makanan 717
31. Lauk Pauk 720
32. Manisan dan Madu 723
33. Dubba‘ 729
34. Seseorang Membebani Diri untuk Menyediakan Makan untuk 
Sahabat-Sahabatnya 730
35. Orang yang Menjamu Seseorang, lalu Dia Pergi ke Pekerjaannya 741
36. Kuah (Sup) 743
37. Dendeng 745
38. Orang yang Mengambilkan atau Menghidangkan Sesuatu di Atas 
Tempat Makan kepada Sahabat-sahabatnya 746
39. Qitstsa‘ (sejenis mentimun) dengan Ruthab (Kurma matang) 748
40. Bab 749
41 Ruthab (Kurma Basah) dan Tamr (Kurma Kering) 753
42. Makan Jummar (Jantung Kurma) 764
43. Kurma Ajwah 765
44. Mengambil Dua Kurma Sekaligus dan Memakannya 766
45. Qitstsa‘ (Sejenis Mentimun) 775
46. Keberkahan Pohon Kurma 776
47. Memakan Dua Jenis Makanan Sekaligus 776
48. Orang yang Memasukkan Tamu Sepuluh Sepuluh, dan Duduk 
Sepuluh Sepuluh untuk Makan 780
49. Bawang Putih dan Sayuran yang tidak Disukai 783
50. Kabaats, Yaitu Daun Pohon Araak 786
51. Berkumur-Kumur sesudah Makan 789
52. Menjilati Jari-Jari Tangan dan Menghisapnya Sebelum dibersihkan 
dengan Sapu Tangan 790
53. Mindiil (Sapu Tangan) 798
54. Apa yang Diucapkan ketika selesai Makan 799
55. Makan Bersama Pelayan 805
56. Orang Memberi Makan yang Bersyukur adalah seperti Orang 
Berpuasa yang Bersabar 809
57. Seseorang yang Diundang Untuk Jamuan dan Dia Berkata, “Orang 
Ini Bersamaku.” 812
58. Apabila telah Tiba Waktu Isya‘ Maka Janganlah Terburu-buru 
Makan Malam 814
59. Firman Allah, “Apabila Kamu Selesai Makan Maka Keluarlah.” 
(Qs. Al Ahzaab [33]: 53) 819
Penutup 820

Harga Rp. 153.000,-
-----------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar